Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi di Indonesia Yang Wajib Pengusaha Ketahui

Dollar sudah menyentuh angka 16.000 dan akan di perkirakan mampu menyentuh angka 20.000 dalam beberapa bulan kedepan. Pasti ini sangat mengkhawatirkan dong, khususnya bagi pengusaha atau orang yang aktif berbisnis Internasional. Kenapa ? Ya, karena kami beli barangnya pakai dollar lah.

Nilai dollar pada april 2020

Contoh sederhananya saya. Saya seorang blogger menyewa server hosting luar negeri yang pembayarannya menggunakan dollar.

Apa kalian tahu saya dapat dollar darimana ?

Saya mendapat dollar dengan cara melakukan pertukaran mata uang rupiah ke dollar atau dalam istilah keren nya Kurs.

Awalnya saya membayar hosting Rp.143.000/bulan atau senilai $10, ketika itu nilai kurs dollar adalah 14.300/$

Setelah dollar naik, menurut kalian berapa yang harus saya bayarkan ?

Yap, yang harus saya bayarkan adalah Rp.164.643 (Dengan nilai kurs 16.643/$)

Saya membayar lebih banyak dari biasanya.

Tapi, itu hanya contoh sederhana pada kasus saya. Saat ini saya ingin membahas dampak yang ditimbulkan si Corona secara lebih luas terhadap perekonomian kita di Indonesia.

Dari contoh sederhana diatas kita dapat simpulkan bahwa secara tidak langsung pandemi Corona ini mempengaruhi bisnis saya.

Pertanyaannya, kok dollar bisa naik ya ?

Lebih tepatnya, kok rupiah bisa melemah ?

Nilai Rupiah mencerminkan keadaan perekonomian kita. Semakin lemah rupiah berarti semakin lemah perekonomian kita.

Sampai disini mungkin anda sudah mulai menangkap, yang artinya jika perekonomian menguat maka nilai rupiah juga akan ikut menguat.

Saat ini, perekonomian Indonesia sedang melemah dikarenakan wabah yang sering kita sebut dengan Covid-19 ini.

Masih bingung ? Baik, kalau begitu mari kita bahas beberapa sektor perekonomian yang lesu akibat Covid-19 dan secara tidak langsung menurunkan nilai rupiah yang berdampak pada ekonomi kita.

Di sektor Perbankan

Pada akhir maret 2020 lalu Bank Indonesia (BI) mengambil sebuah kebijakan penurunan suku bunga bank karena kekhawatiran terhadap ekonomi disaat pandemi Corona ini.

sumber : suara.com

Kebijakan ini dibuat dengan harapan dapat meringankan pembiayaan bagi usaha menengah di masa pandemi Corona.

Artinya, jika terjadi penurunan suku bunga maka akan ada menurunnya profitabilitas perbankan. Keuntungan yang didapat bank lebih rendah dari sebelumnya.

Dan yang paling penting, ada kemungkinan besar investor akan menarik dana nya. Yang menyebabkan menurun nya nilai rupiah.

Loh, kok investor menarik dananya ?

Karena si investor merasa dirugikan dengan menurunnya suku bunga. Alias untung mereka makin sedikit, yang biasanya 4,75% jadi 4,50%. Yah, mereka jadi males untuk investasi dong.

Kenapa rupiah menurun jika investor menarik dananya ?

Kalian pasti pernah mendengar istilah demand dan supply kan ? Saya yakin banyak dari kita sudah lupa

Oke mari kita bahas secara singkat. Saya akan berikan contoh :

Investor A sudah tidak tertarik lagi berinvestasi di Indonesia karena perekonomian Indonesia yang sedang lesu. Investor A tertarik memindahkan dananya ke Amerika karena perekonomian Amerika yang terbilang kuat.

Untuk melakukan itu, Investor perlu menukarkan uang mereka dari rupiah ke dollar. Otomatis, supply mata uang rupiah meningkat dan supply mata uang dollar menurun.

Masih ingat hukum demand dan supply yang saya sebutkan tadi ?

Harga pasar meningkat apabila demand (permintaan) lebih tinggi dari supply (penawaran), sebaliknya harga pasar menurun apabila supply (penawaran) lebih tinggi dari demand (permintaan).

Harga pasar disini adalah Rupiah, maka dari contoh diatas nilai rupiah akan merosot.

Yah, dalam keadaan sekarang yang penuh dengan kepanikan dan perekonomian yang lesu, menurunkan suku bunga bukan kebijakan yang salah. Kebijakan ini mampu mendorong perekonomian UMKM untuk tetap survive dimasa pandemi ini.

Di Sektor Pariwisata

Berdasarkan data dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, devisa kita di sektor pariwisata tahun 2019 mencapai Rp.280 triliun.

Sektor Pariwisata menyumbang 5% pada PDB (Produk Domestik Bruto) kita. Dan kebanyakan dari wisatawan yang berlibur ke Indonesia berasal dari mancanegara atau luar negeri. Artinya, sektor pariwisata menyumbang jumlah devisa yang besar bagi Indonesia.

Maksudnya begini, wisatawan yang berasal dari luar negeri masuk ke Indonesia menggunakan dollar atau valuta asing (kalau udah masuk kas negara namanya Devisa).

Tapi, tidak mungkin dong mereka belanja pake dollar di Indonesia, kebanyakan pedagang kecil tidak bakal menerima, meski dollar bisa dipakai untuk beberapa transaksi di Indonesia. Meskipun bisa dipakai dibeberapa transaksi, Pemerintah tidak akan membolehkan mereka membawa dollar untuk berwisata.

Baca Juga :   4 Contoh Bisnis Kreatif Mahasiswa

Nah, wisatawan ini diharuskan untuk menukar mata uang mereka ke Rupiah, singkatnya mereka harus pakai rupiah.

Otomatis devisa kita bertambah dong, dan permintaan rupiah meningkat dong hehehe.

Itu artinya, nilai rupiah dapat meningkat dari sektor pariwisata ini.

Sekarang permasalahannya adalah wisatawan tidak berdatangan lagi seperti biasanya karena takut sama virus Corona ini. Ditambah banyak negara didunia menerapkan kebijakan lock down di negara mereka.

Orang lock down mana bisa wisata hahahaha

Jangankan orang luar negeri mau berwisata, kita saja yang masih di Indonesia mau keluar daerah saja harus melewati banyak prosedur alias ribet. Diperiksa sedemikian ketat demi keamanan dan ujung-ujungnya gagal liburan.

Dan disaat pandemi ini, siapa sih yang pengen liburan ?
Saat liburan, bawaannya tidak tenang.

“Ini saya kena Corona apa gak ya ?”

Intinya pariwisata sepi oke. Dari sini bisa kalian simpulkan kan ?

Yap, PDB kita merosot dari biasanya. Padahal sektor pariwisata ikut menyumbang besar PDB kita. Kalau sudah begini jawabannya sudah pasti

EKONOMI KITA MEROSOT

Dan paling menyedihkan nya, para pekerja di sektor pariwisata seperti karyawan hotel, transportasi dan semacamnya banyak yang di PHK.

Benar-benar deh si Corona, bikin hidup orang susah

Sektor selanjutnya akan berhubungan dengan sektor lain nih

Sektor Kuliner

Baik kita akan hubungkan sektor kuliner dengan sektor lain. Dari dua sektor sebelumnya kita tahu bahwa perekonomian Indonesia benar-benar dibuat merosot oleh Corona.

Pendapatan perkapita kita semakin menurun akibat si Corona.

Loh, kok turun sih ?

Oke saya jelaskan, merosotnya perekonomian Indonesia memaksa banyak perusahaan untuk melakukan PHK kepada sebagian karyawannya. PHK ini bentuk reaksi mereka terhadap turunnya pendapatan perusahaan. Secara tidak langsung menambah jumlah pengangguran di Indonesia.

Ini artinya pendapatan perkapita kita mulai menurun.

Jadi apa hubungannya dengan kuliner ?

Jika pendapatan perkapita menurun, itu artinya daya beli masyarakat juga ikut menurun. Membuat sektor kuliner menjadi lesu.

Dan yang paling terlihat dampaknya adalah Cafe dan pegawai makanan cepat saji di Mall seperti AW, KFC, CFC dll.

Peraturan social distance atau “tidak boleh ngumpul-ngumpul” membuat para pemilik usaha ini menjerit. Dagangan mereka jadi sepi pelanggan.

Kuliner disini maksudnya makanan siap santap dan sejenisnya ya. Kalau beras, tepung, mie instan atau bahan-bahan yang dijual di toko kelontong itu bukan kuliner namanya mah hehehe.

Tapi menurunnya daya beli masyarakat juga berdampak disektor lain seperti fashion contohnya.

Pokoknya Corona ini imbasnya kemana-mana deh

Dari penjelasan diatas, kita tahu bahwa mulai dari PDB, Pendapatan Perkapita, Devisa dan Pengangguran. Semua itu akibat dari pandemi Corona ini. Perekonomian kita melemah dan bahkan banyak pegawai yang di PHK.

Lalu, sebagai seorang pengusaha apa yang harus dilakukan ? Pasrah ? Ya enggak lah

Berikut saya jelaskan alasannya.

Sebagai seorang pengusaha sudah sebaiknya menanamkan jiwa pantang menyerah didalam diri kita.

Meski solusi yang akan saya berikan tidak mampu memperbaiki perekonomian Indonesia tapi setidaknya usaha kita mampu tetap survive meski di masa pandemi Corona.

Bagi para korban PHK 

Jika mencari pekerjaan baru saya rasa akan sulit untuk didapatkan di masa-masa ini. Jadi cobalah mencari peluang bisnis yang mampu kalian jalankan.

  1. Salah satu contohnya adalah menjual masker dan hand sanitizer. Karena wabah Corona ini, permintaan masker dan hand sanitizer melambung pesat. Kalian bisa memanfaatkan momen ini, tapi ingat jangan menimbun masker ya

2. Mencoba pekerjaan yang tidak melibatkan orang lain secara langsung
Contohnya, menjadi penulis, blogger, copywritter, dan foto editor.

Atau kalian punya keahlian lain ? Bisa memanfaatkan situs seperti Project.co.id, Fastwork dll. Situs semacam ini memberikan kalian market tempat anda menawarkan jasa yang bisa anda berikan kepada orang lain. Contohnya, membuat template Power Point untuk kebutuhan persentase yang kreatif. Pasti banyak dari kita mempunyai keahlian yang dapat ditawarkan disitus ini, coba saja dulu.

Memang sih, sulit mencari pekerjaan yang cocok dengan kemampuan kita. Tapi daripada diam dan tidak berusaha. Mending dicoba, tapi cobanya dengan sungguh-sungguh

Bagi Pengusaha yang usaha nya sedang lesu

Coba cari celah untuk meningkatkan profit anda dimasa pandemi Corona ini.

Saya beri contoh sederhana di bidang kuliner yang sepi pelanggan.

Cobalah melakukan promo namun manfaatkan Corona didalam promo kalian.

Yaitu dengan cara memberikan masker gratis kepada pelanggan yang membeli paket makanan tertentu.

Baca Juga :   Bisnis Rumahan Modal Kecil Profit Besar

Apakah maskernya benar-benar gratis ?

Ya enggak dong, karena harga normalnya dinaikin dari harga biasanya, tapi menu nya sedikit diubah. Toping makanannya ditambah jadi, terlihat “seolah-olah” menu ini baru yang gratiskan masker.

Cara ini cukup efektif menarik minat beli masyarakat. Karena makanannya memang enak dan bonus masker lagi. Siapa yang gak mau sih ?

Berikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.

Berikan layanan hand sanitizer gratis di toko anda. Dan pelayanan delivery order kepada pelanggan yang tidak mau keluar rumah.

Apakah ini efektif ?

Benar, ini efektif. Beberapa toko di beberapa daerah juga menerapkan hal yang serupa. Buktinya mereka mendapat banyak orderan setiap harinya.

Diatas hanyalah contoh sederhana yang sudah diterapkan di beberapa usaha kuliner di Indonesia.

Semuanya tergantung pada anda sendiri, carilah celah agar usaha anda tidak gulung tikar di masa pandemi Corona ini.

Langkah Yang Diambil Pemerintah Indonesia

Namun, upaya pemerintah juga tidak kalah penting ketika menjaga stabilitas ekonomi kita. Apa saja yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pandemi ini ?

Pandemi Corona menghantam perekonomian kita bak ombak menghantam karang. Pemerintah juga sudah mencoba mengantisipasi dampak yang akan ditimbulkan oleh Corona ini.

sumber : nasional.kompas.com

Bagaimana tanggapan presiden terhadap pandemi Corona ini ?

Pak Jokowi sudah mengeluarkan Inpres No.4 Tahun 2020 sebagai tanggapan atas Covid-19. Tujuan Inpres ini adalah untuk memangkas anggaran belanja negara.
Beliau juga menyarankan untuk tetap menjaga daya beli masyarakat dengan membantu pelaku usaha mikro, caranya ? salah satunya dengan menurunkan suku bunga.

Pak Jokowi juga mempercepat impelemntasi kartu pra-kerja guna mengantisipasi pekerja yang terkena PHK, pekerja kehilangan penghasilan, dan pengusaha mikro yang kehilangan pasar dan omsetnya.

Dan yang paling saya senang apa dari kebijakan Pak Jokowi ?
Keringanan kredit selama setahun. Pak Jokowi meminta pihak perbankan dan keuangan non-bank untuk tidak mengejar-ngejar para debitur. Kredit saya makin ringan deh hehehe

Kementrian Keuangan juga membuat kebijakan dalam menjaga stabilitas ekonomi selama masa pandemi Corona ini.

Kebijakan yang dibuat adalah mempriotaskan anggaran kedalam tiga hal.

Pertama, menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat, termasuk tenaga medis.
Kedua, memastikan perlindungan dan jaring pengaman sosial untuk masyarakat rentan, serta perlindungan terhadap dunia usaha.
Dan yang ketiga, APBN difokuskan terhadap pemeriksaan atau testing bagi korban.

Untuk melihat kebijakan lebih lengkapnya silahkan kunjungi langsung situsnya disini.

Pandemi Corona memang sangat jahat, jahat sekali

Kapan Pandemi Corona ini berakhir ?

Ini pertanyaan yang kita semua ingin tahu. Kalau Corona terus berlanjut hingga tahun depan, gimana dong ? Serem ya

Kalau begitu mari kita bahas lagi, Kapan ini semua berakhir ?

Mari kita berkaca dari kejadian serupa pada tahun 1918 ketika era perang dunia pertama, ada wabah serupa yang disebut Flu Spanyol.

Flu ini menginfeksi hingga 500jt penduduk Bumi atau sekitar 1/4 penduduk Bumi. Kalian patut bersyukur karena tidak hidup dimasa ini

Virus ini memakan korban hingga 50jt orang meninggal dan berakhir pada tahun 1920. Artinya virus ini berlangsung selama 2 tahun lamanya, dan tercatat sebagai pandemi paling mematikan sepanjang sejarah manusia.

Lalu, bagaimana dengan sekarang ? Apakah akan terjadi hal serupa ?

Menurut saya tidak, alasannya sederhana. Karena teknologi informasi dan ilmu kedokteran yang sudah sangat maju.

Tapi tidak membuat kita serta merta lengah karena kemajuan teknologi, ye kan ?

Kita tetap harus mengikuti prosedur yang ada dan tetap menjaga kesehatan. Ikuti instruksi pemerintah salah satunya social distance. Menjaga jarak aman agar mencegah penularan.

Semoga pandemi ini dapat berakhir secepatnya dan kita dapat beraktifitas kembali seperti semula.

Sebagai penutup, saya akan memberikan quotes dari Bear Bryant bagi pengusaha diluar sana yang sedang mengalami krisis

“In a crisis, don’t hide behind anything or anybody. They’re going to find you anyway.”

Artinya : Dalam masa krisis, jangan bersembunyi dimanapun. Mereka akan tetap akan menemukanmu.

Jangan lari dari kenyataan tapi, hadapi kenyataan itu dengan cara yang baik dan benar. Jika krisis membuat anda menderita, maka jangan lari alih-alih menghadapinya. Mati atau bertarung.

Sekian artikel singkat saya, apabila ada kesalahan kata didalam artikel diatas mohon maaf. Untuk berdiskusi silahkan tinggalkan komen dibawah ya 😀

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 1 =